Rabu, 05 Mei 2010

cerita negri anginku

I
ku tatap cahaya indah duniaku
berputih langit merona tawa membawa
sebagian lg membelenggu sebagian tahu berbuat apa
dan selalu saja yang bukan penyair tidak ambil bagian
II
melawan takut berjuata kematian
tapi selalu saja ada yang mengekang nya
sedang tawa jadi menawan
dan sajakku berada dalam lingkar kebingungan
yg selalu bergetar membawa pena jendela dunia
takut akan saqor
membawa benak nafsu belaka
melawan diri dalam dunia
merusak sepi jadi ceria
III
dan bukan mata telingaku mengira
hatiku retak luka merah membara
terbakar perih sepi kecemburuan
makin lama hidup ku tambah perih
semakin tawar kecewa
lalu jendela tertutup rapat
belaka atas mereka yang berlalu dan berkenang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar