simata "pocari" palsu menatap..
bagai mengancam
kini situa bagai ilmu pastibicara bagai constantine
pengkhianat kepercayaan
si egois bertanya
terkutuk tetap terkutuk
matilah "dia"
dengan pena suci dan papan kemenangan nya
menguasainya
tangan besi mulai runtuh
tanpa arah
mengalir dalam kegelapan
tanpa bekal kelaparan di malam
dengan tangan kaku nya
ia "mensiksa" rakyat nya
memberi "pelajaran"
pd rakyat nya
yg percuma akan ditelam waktu juga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar